NEGARA AGAMA (ISLAM); HANYALAH SEBUAH ILUSI BELAKA


Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk umat islam yang terbesar di dunia. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah melakukan sensus penduduk pada tahun 2000, mencatat bahwa jumlah umat islam di Indonesia mencapai angka 88,22 % dan dengan jumlah 207.000.105 jiwa, sebuah angka yang sangat besar sekali. Hal itu akan menjadi kekuatan yang sangat besar dan dahsyat sekali serta sangat ditakuti untuk melakukan sesuatu, jika umat islam yang jumlahnya sebesar itu mau bergabung dan bersatu padu untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, serta melawan kedzaliman yang mengatasnamakan agama islam yang justru malah bisa memerangi dan akan menghancurkan islam itu sendiri, seperti yang telah dilakukan oleh kelompok-kelompok penyusup yang notabenenya adalah aliran islam garis keras atau kelompok fundamentalis. Namun tidak perlu cemas, karena bahwa organisasi islam moderat di Indonesia (NU dan Muhammadiyah) sejak awal telah bekerja keras untuk membangun islam yang ramah, sopan, santun, berbudi, dan berakhlak serta mengajarkan islam yang penuh dengan perdamaian dan kedamaian atau rahmatan lil alamin kepada semua pihak, bahkan kepada pihak yang tidak seiman sekalipun, selama semua pihak saling menjaga toleransi dan menghormati setiap perbedaan beranekaragam yang ada.

Jika ada sekelompok orang yang merasa ajarannya paling benar tanpa menghukum pihak lain, itu tidak terlalu berbahaya. Yang lebih dan paling berbahaya lagi jika ajarannya merasa paling benar dan mengatasnamakan Tuhan untuk menghukum dan menghakimi serta membinasakan paham, ajaran, dan keyakinan yang berbeda dengan mereka. Kelompok ini bisa disebut dengan kelompok fundamentalis. Al-quran lebih toleran daripada sekelompok muslim yang intoleran dan jelas bertentangan dengan al-quran. Dalam beberapa tahun terakhir ini gerakan-gerakan fundamentalis ini telah tumbuh secara sporadis laksana jamur yang tumbuh berkembang pesat pada musim hujan. Yang lebih parah lagi mereka juga masuk dan terperangkap dalam gelombang terorisme yang sebenarnya menjadi musuh islam.

Memasuki abad milenium dan era globalisasi ini yang penuh dengan persaingan dan semakin derasnya arus modernitas, maka semakin menggilas dan memojokkan kelompok fundamentalis tersebut. Karena merasa sangat takut dan khawatir keadaannya akan semakin terdesak, maka mereka mencari dan menggunakan dalil-dalil dari al-quran yang dianggap masih steril sebagai sarana untuk menghibur diri dan mencari penyegaran laksana angin malam. Bahkan selain itu juga menggunakan dalil-dalil itu untuk menyusun strategi dan membangun kekuatan politik dengan berbagai cara apapun yang dilakukan untuk melawan arus modernitas tersebut. Benturan-benturan yang berujung kekerasan dengan kelompok muslim yang tidak setuju dengan cara seperti ini pun tidak dapat dihindari.

Di Indonesia, kelompok fundamentalis yang muncul sangat marak dan tumbuh subur ini lebih disebabkan karena kegagalan negara yang tidak bisa mengawal cita-cita semangat proklamasi kemerdekaan RI yang mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat yang merata serta korupsi yang semakin merajelela dan kriminalitas lainnya yang juga ikut meningkat. Hal ini jelas merupakan kenyataan yang sangat pahit bagi siapaun. Namun karena pengetahuan kelompok fundamentalis yang sangat miskin dengan peta sosiologis Indonesia yang sangat kompleks dan tidak sederhana ini, akhirnya mereka menempuh jalan pintas untuk bisa menegakkan keadilan. Mereka ingin menjadikan islam sebagai dasar dan ideologi negara dengan mengganti pancasila, serta mengubah negara bangsa menjadi negara agama, ingin melaksanakan syariat islam dalam kekuasaan politik dan sebagai senjata utamanya. Jika mereka tidak bisa melakukan hal tersebut secara nasional, maka mereka menggunakan alternatif lainnya seperti menerapkan syariat islam dalam sebuah peraturan-peraturan di daerah atau biasa disebut dengan Perda Syariah. Mereka bahkan membayangkan bahwa Tuhan akan meridlai jika syariah islam itu dilaksanakan sebagai peraturan.

Sungguh sangat aneh tapi nyata, bahwa kelompok fundamentalis ini yang katanya anti demokrasi itu, mereka malah justru menggunakan lembaga negara yang sangat demokratis ini sebagai sarana untuk menyalurkan dan mencapai cita-cita politiknya. Hal ini tentunya sangat bertentangan antara teori dan praktiknya, secara teori mereka mengharamkan demokrasi, namun secara praktik malah menghalalkan. Itu jelas sekali terlihat kemunafikan dan ketidakjujuran mereka dalam berpolitik. Bisa dikatakan bahwa mereka bermain politik yang sangat kotor. Cara-cara yang digunakan oleh kelompok fundamentalis  ini malah justru semakin menjauhkan dari semangat cita-cita proklamasi kemerdekaan RI dan akan membuat kehancuran bagi islam itu sendiri juga. Bahkan bisa dikatakan mereka sedang menderita penyakit batin yang sangat kronis dan sedang terjadi konflik internal dengan hawa nafsunya sendiri atau sebagai gambaran jiwa-jiwa yang galau (an-nafs al-lawwamah). Sangat berbeda dengan jiwa-jiwa yang tenang (an-nafs al-muthmainnah).

Jika islam dijadikan sebagai ideologi politik untuk kekuasaan, maka akan menjadi sangat sempit karena dibingkai dalam ideologi dan platform politik belaka. Pemahaman apapun yang berbeda dengan ideologi itu akan dianggap bertentangan dan bahkan melawan islam dan bahkan dianggap kafir atau murtad. Karena sifat dari ideologi adalah menguasai dan menyeragamkan. Hal ini tidak hanya berbahaya bagi bangsa Indonesia saja karena akan mengalami perpecahan dalam tubuh NKRI serta mengusik persatuan dan kesatuan bangsa, tetapi juga sangat berbahaya bagi umat islam sendiri, karena agama akan menjadi sangat sempit. Dan bagi umat non-islam, ini bisa membuat alienasi psikologis dan sosial. Hal itu jelas memaksa umat selain islam untuk ikut dalam ideologi islam tersebut, dan jelas bertentangan dengan ajaran-ajaran islam itu sendiri yang menghendaki adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi semua umat, alias tidak ada paksaan sama sekali. Perubahan seperti ini jelas mereduksi, mengamputasi, dan menggembosi nilai-nilai dan makna dari ajaran islam yang penuh dengan kasih sayang, toleransi, perdamaian menjadi seperangkat batasan ideologis yang sangat sempit dan kaku. Seperti halnya melihat sesuatu yang sangat besar dari lubang yang sangat kecil, maka semuanya akan terlihat sempit juga. Ibarat juga “Melihat dan Meraba Gajah dalam Kegelapan”, orang-orang itu berselisih tentang Gajah yang mereka lihat dari sisi yang gelap, pengetahuan yang sedikit, dan ketiadaan cahaya penerangan (hidayah).

Pancasila jelas tidak bertentangan dengan ajaran Islam, malah Pancasila justru mengandung nilai-nilai substansi islam yang merefleksikan semua pesan-pesan tentang kemaslahatan umum. Dengan demikian mereka semua memiliki kesadaran yang tinggi untuk menolak pendirian negara agama dan lebih pada menekankan substansinya. Mereka memposisikan negara sebagai alat untuk melindungi dan mengakui keanekaragaman, mengayomi semua kepentingan, dan melindungi keyakinan, agama, budaya yang ada. Melalui Pancasila, mereka telah menjadikan agama sebagai wahyu dari Tuhan (Allah) untuk mewujudkan kasih sayang terhadap umatnya (rahmatan lil alamin) yang sebenarnya.

Seperti halnya yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW saat mendirikan Negara Madinah, Beliau tidak menggunakan kitab suci al-quran sebagai dasar atau konstitusi negara yang dikenal sebagai Piagam Madinah. Piagam Madinah merupakan hasil negosiasi, kesepakatan dan musyawarah semua masyarakat Madinah yang diperlakukan sama oleh Beliau. Meski mereka semua terdiri dari keanekaragaman agama, suku, golongan sosial, dan kepentingan yang berbeda. Sebab menggunakan kitab suci untuk langsung turun tangan mengatur urusan kenegaraan justru tidak memuliakan kitab suci, malah hal itu justru merendahkan dan menghina kitab suci. Kitab suci diturunkan ke dunia yang pertama adalah untuk mencerahkan hati dan akal budi manusia sebagai khalifahNya. Negara sebagai salah satu instrumen kekhalifahan manusia perlu aturan, biarlah manusia sendiri yang merumuskannya dengan cara musyawarah dan menggunakan hati dan akal budinya.

Melawan gerakan aliran garis keras adalah untuk mengembalikan kejayaan, kemuliaan, dan kehormatan islam yang telah dinodai oleh mereka. Selain itu juga untuk menyelamatkan Pancasila dan NKRI. Jika mayoritas umat islam moderat jika bersatu padu melawan fundamentalisme itu, akan bisa mengusirnya dari negeri ini. Hal ini bagaikan mengusir hawa nafsu dari diri sendiri. Kemenangan melawan ini adalah sebagai rahmatan lil alamin. Selain itu juga akan bisa menebarkan perdamaian dan kedamaian serta mengukuhkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sudah jelas antara yang hak dan yang bathil. Kita sebagai umat islam harus saling tolong menolong dalam kebaikan dan nasihat menasihati dalam kesabaran. Agar bisa benar-benar merefleksikan esensial nilai-nilai Pancasila yang mengandung substansi islam dan menjadikan islam benar-benar sebagai rahmatan lil alamin. Selain itu juga mengingatkan gerakan transnasional garis keras yang masuk ke Indonesia yang tumbuh subur laksana jamur yang tumbuh berkembang pesat pada musim hujan yang bisa membahayakan keutuhan NKRI. Oleh karena itu, cita-cita mereka untuk mendirikan negara islam di Indonesia hanyalah sebuah ilusi belaka.

Iklan

FAKTA-FAKTA ILMIAH KEBENERAN PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ


Peristiwa isra’ mi’raj merupakan peristiwa yang sangat menakjubkan dan menggemparkan dunia waktu itu. Karena pada waktu itu belum terdapat peralatan-peralatan teknologi canggih dan modern, sehingga belum bisa dibuktikan dengan fakta dan kebenaran ilmiah. Peristiwa tersebut dianggap tidak ilmiah dan tidak logis atau tidak masuk akal. Selain itu juga karena pemikiran manusia biasa waktu itu belum sampai menyentuh hal yang sejauh itu dan Rasulullah SAW juga dianggap bermimpi saja. Namun seiring dengan berkembangnya zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, semua anggapan-anggapan yang tidak mempercayai adanya peristiwa tersebut sudah bisa ditepis dan dibantahkan.

Isra’ mi’raj merupakan perjalanan yang sangat luar biasa dan dahsyat. Isra’ yang artinya perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju ke Masjidil Aqso di Yerussalem yang masih berada dalam satu dimensi dengan menggunakan kecepatan cahaya yang kecepatannya sekitar kurang lebih 300.000 km/s. Sedangkan mi’raj artinya perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqso menuju ke Sidratul Muntaha dengan menaiki sebuah kendaraan yang bernama “Bouraq” dan dengan pengawalan dari Malaikat Jibril dan beberapa Malaikat lainnya juga, tapi Malaikat-Malaikat itu hanya bisa mengawal dan mengantarkan Rasulullah SAW sampai langit ke-7 saja karena Malaikat-Malaikat itu sudah tidak kuat lagi untuk menempuh perjalanan menuju ke Sidratul Muntaha untuk bertemu dengan Allah SWT. Hal itu juga dikarenakan Malaikat adalah makhluk dimensi 9 yang hanya bisa hidup maksimal di alam yang berdimensi 9 (langit ke-7), sedangkan Rasulullah melakukan perjalanan atas kehendak Allah SWT sehingga mampu untuk bisa sampai Sidratul Muntaha.

Malaikat dan Jin bisa berpindah tempat dengan sangat cepat hanya dalam waktu sekejap saja, bahkan tempat yang sangat jauh sekalipun yang jika ditempuh dengan pesawat yang kecepatannya tercepat di jagat raya akan memakan waktu yang sangat lama. Tetapi Malaikat dan Jin hanya bisa menempuh dalam waktu sekejap dan kedipan mata. Hal tersebut dikarenakan Malaikat dan Jin adalah bukan makhluk dimensi 3 yang mempunyai kecepatan diatas kecepatan cahaya yang merupakan kecepatan tercepat di alam semesta ini. Hal seperti itu juga terjadi pada diri Rasulullah SAW saat melakukan perjalanan isra’ mi’raj.

Sebelum melakan perjalanan isra’ mi’raj, hati Rasulullah SAW dibelah dan diopearasi dengan sinar laser super maha canggih dan disucikan dengan air zam-zam oleh Malaikat Jibril dan diletakkan di penampan yang terbuat dari emas yang datang dari surga. Hati Rasulullah diletakkan di penampan yang terbaut dari emas, karena emas merupakan logam mulia dan superkonduktor yang memiliki hambatan sangat sedikit sekali. Disucikan dengan air zam-zam karena kualitas air ini sangat bagus dan sangat mulia serta berisikan energi-energi doa dan dzikir para Nabi dan Rasul terdahulu.

Pada saat melakukan perjalanan tersebut, badan Rasulullah SAW diubah menjadi badan cahaya yang bisa berjalan sangat cepat dengan kecepatan cahaya 300.000 km/s. Apabila badan Rasulullah SAW tidak diubah dengan badan cahaya dan menempuh perjalanan tersebut yang sangat cepat, maka badan Rasulullah akan runtuh dan hancur tercerai berai karena ikatan antar atom dan molekul akan terlepas. Perjalanan tersebut juga dilakukan pada malam hari, karena jika dilakukan pada siang hari pasti juga akan membahayakan badan dan keselamatan Rasulullah SAW. Badan Rasulullah telah diubah menjadi badan cahaya dan jika perjalanannya siang, maka akan terjadi interferensi gelombang dari cahaya sinar matahari dan bisa merusak badan cahaya Rasulullah SAW.

Perjalanan isra’ mi’raj juga merupakan perjalanan yang sangat dahsyat dan ajaib, dikarenakan atas kehendak Allah dan Rasulullah SAW hanya diperjalankan saja, bukan melakukan perjalanan sendiri. Firman Allah dalam surat Al-Israa’ ayat 1 telah menyatakan hal tersebut:

: Artinya

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

Dari semua peristiwa isra’ mi’raj tersebut, pada zaman sekarang bahwa penemuan-penemuan, penelitian-penelitian, fakta-fakta imiah, dan ilmu pengetahuan serta teknologi modern sudah bisa membuktikan dan menemukan kebenaran peristiwa isra’ mi’raj tersebut, antara lain:

  1. Allah Maha Berkehandak, sehingga mampu menghendaki siapaun saja yang dikehendakinya. Seperti peristiwa isra’ mi’raj ini yang merupakan kehendak dari Allah SWT, Rasulullah hanya diperjalankan saja melainkan tidak malakukan perjalanan sendiri.
  2. Perjalanan tersebut menggunakan kecepatan cahaya yang kecepatannya sekitar 300.000 km/s. Bukan perjalanan biasa. Isra’ jika dilakukan dengan perjalanan biasa maka akan menempuh waktu yang sangat lama, karena jarak antara kedua kota Mekkah da Yerussalem sangat jauh. Sedangkan mi’raj adalah bukan perjalanan luar angkasa melainkan perjalanan menembus batas dimensi, jika dilakukan dengan perjalanan luar angkasa maka akan menempuh waktu yang sangat lama pula. Bahwa untuk menempuh bintang terdekat dari bumi saja dan bahkan menggunakan pesawat ulang-alik yang merupakan pesawat tercepat di dunia, maka akan menempuh waktu kurang lebih 428 tahun. Waktu itu tidak cukup bagi umur kehidupan kita yang hanya berkisar kurang lebih maksimal 100 tahun saja.
  3. Sebelum berangkat untuk diperjalankan dari peristiwa isra’ mi’raj, hati Rasulullah dibeah dan dioperasi dengan sinar laser oleh Malaikat Jibril. Setelah itu diletakkan di penampan emas dan disucikan dengan air zam-zam.
  4. Diletakkan di penampan emas karena emas merupakan logam mulia dan superkonduktor yang memiliki hambatan sangat rendah sekali.
  5. Disucikan dengan air zam-zam karena air ini sangat mulia dan sangat bagus kualitasnya. Kandungan molekul-molekulnya sangat bagus karena berisikan energi doa dan dzikir para Nabi dan Rasul. Penelitian ilmiah di Jepang saat ini membuktikan bahwa air yang dikasih ucapan kata-kata positif dan bagus, maka molekul-molekul air tersebut akan berubah menjadi sangat bagus dan sebaliknya.
  6. Badan Rasulullah diubah menjadi badan cahaya karena akan menempuh perjalanan yang sangat cepat. Jika tidak diubah menjadi badan cahaya, maka badan Rasulullah akan hancur tercerai berai karena ikatan atom dan molekul akan lepas.
  7. Perjalanan isra’ mi’raj ini dilakukan pada malam hari, karena jika dilakukan pada siang hari akan sangat membahayakan badan cahaya dan keselamatan Rasulullah SAW. Badan cahaya Rasulullah akan mengalami interferensi cahaya sinar matahari. Hal ini karena salah satu dari sifat gelombang adalah dapat diinterferensikan.
  8. Teori yang memungkinkan pada peristiwa isra’ mi’raj tersebut adalah teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.
  9. Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Mega Electron Volt) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.
  10. Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, maka tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi bisa dirubah menjadi cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.
  11. Alam semesta ini diciptakan berpasang-pasangan. secara umum alam terbentuk atas materi dan energi. bisa dikatakan materi adalah bentuk energi yang termampatkan. sebagaimana konsep kesetaraan massa dan energi yang dirumuskan oleh Einstein, bahwa materi dalam kondisi tertentu dapat berubah menjadi energi, dan sebaliknya energi dapat berubah menjadi materi. setiap objek berwujud yang ada dalam alam semesta ini, pada dasarnya tersusun atas materi2 submikroskopik yang kita kenal dengan istilah atom, proton dan neutron serta dikelilingi elektron.
  12. Pasangan materi adalah anti materi. materi adalah objek bermassa positif sedangkan antimateri atau antipartikel aldalah objek bermassa negatif. materi dan energi bukan berpasangan, walaupun keduanya bisa saling menjelma. materi jika bertemu dengan antimateri dalam kondisi tertentu akan menjelma menjadi foton (annihilasi). foton tidak memiliki massa namun memiliki energi dan momentum.
  13. Annihilasi atau proses pemusnahan terjadi ketika massa antimateri menghapus massa materi, sehingga keduanya lenyap dan menjelma menjadi 2 foton gamma dengan massa yang bernilai nol. sebaliknya, proses penciptaan (creation), jika foton berada pada medan tertentu, maka foton akan berproses menjadi materi. proses ini bisa berlangsung berulang-ulang seperti siklus.

Dari semua fakta-fakta ilmiah diatas, masihkah kita ragu dengan kebenaran peristiwa isra’ mi’raj tersebut? Jika kita masih ragu, maka selayaknya kita manusia yang hidup di zaman dahulu yang belum menyentuh ilmua pengetahuan dan teknologi modern.

BUDAYA MOLOR WAKTU??? SUDAH TIDAK ZAMANNYA LAGI


Time is money (waktu adalah berharga). itulah selokan yang sudah sering kita dengar dan sepertinya sudah umum dan juga banyak diketahui masyarakat. waktu sangatlah berharga karena dengan memanfaatkan waktu dengan baik dan efektif maka kita akan menjalankan segala sesuatu menjadi berharga dan berarti. sehingga kehidupan kita pun akan lebih berdinamis. akhirnya akan habislah masa yang suram selesai sudah derita yang lama dan menjadi bangsa yang jaya.
setiap detik waktu akan memberikan hal yang sangat berarti dan bermakna bagi kita apabila kita bisa menghargai waktu. jika kita kehilangan satu detik pun waktu, maka akan bisa berakibat fatal dan sangat buruk bagi kita. kita akan menjadi manusia yang tidak berarti dan tidak dihormati atau disegani oleh orang lain. semuanya diakibatkan dari kebiasaan kita yang tidak menghargai waktu.
waktu ibarat bomerang yang bisa meledak kapan saja dan dimana saja. dalam berbagai bidang apa saja waktu juga bisa menjadi bomerang bagi orang-orang yang ada di dalamnya. dalam bisnis (perbankan), waktu adalah uang, jika kehilangan waktu satu detik pun maka uang Rp. 1 T bisa lenyap. dalam politik, waktu adalah kekuasaan/jabatan. jika kehilangan waktu sedikit pun maka akan kehilangan kekuasaan/jabatan penting. dalam militer, waktu adalah nyawa, jika kehilangan waktu sedikit pun maka nyawa akan melayang. dalam pendidikan, waktu adalah ilmu, kehilangan satu detik pun waktu maka banyak ilmu yang hilang sia-sia. dalam seni, ilmu adalah kreatifitas, lewat satu detik maka smua kreatifitas akan musnah. itulah dalam berbagai bidang apapun waktu akan menjadi sesuatu yang bisa menyebabkan kehancuran apabila kita tidak pandai-pandai memanfaatkannya.
oleh karena itu, marilah dimulai dari diri kita sendiri dan sejak dini untuk disiplin dan menghargai waktu, karena salah satu kunci kesuksesan adalah tepat waktu dan displin dalam berbagai hal. banyak orang-orang sukses karena mereka selalu memegang prinsip untuk displin dan tepat waktu.
marilah kita hilangkan, hancurkan, musnahkan, dan bumihanguskan budaya molor waktu. karena waktu adalah berharga.

MENYIKAPI MAKNA SHOLAT


sholat merupakan rukun Islam yang ke-2. sholat ada yang fardlu dan ada juga yang sunnah. sholat fardlu terdiri atas 5 waktu yaitu subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya’. sedangkan sholat sunnah sangat banyak seperti sholat dhuha, tahajud, hajat, istikharah, dll.
sholat fardlu hukumnya fardlu berarti di atas wajib. itu semua karena merupakan kebutuhan rohani kita untuk kehidupan di akhirat nanti. Allah memberikan hukum fardlu tersebut karena merupakan sifat kasih sayang Allah kepada umat manusia. karena sebenarnya yang butuh bukan Allah, tapi manusianya itu sendiri.
sholat juga merupakan tanda bahwa orang itu menyembah kepada Allah dan juga agar selalu ingat kepada Allah dan melatih kita dalam banyak hal. sholat juga dapat membuat diri kita menjadi sehat dan cerdas, karena gerakan sholat yang baik dan seperti olah raga. contohnya saja seperti rukuk dan sujud, ketika rukuk dan sujud diperintahkan untuk lama. dalam kesehatan ketika sedang rukuk, maka dapat mengencangkan tulang belakang yang tidak lurus karena nungkin sering mengangkat beban yang cukup berat. dalam sujud, dapat menambah dan memperlancar suplay darah dan oksigen ke otak sehingga dapat berpikir jernih.
setelah kita melakukan sholat dalam bentuk 5 waktu dan yang sunnah, kita juga harus sholat lagi atau mengaplikasikan gerakan dan bacaan sholat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. contohnya, ketika takbiratul ikhram kita mengangkat tangan itu menandakan bahwa kita harus selalu tawakkal kepada Allah setelah kita berusaha, menengok ke kanan dan ke kiri setelah tahkhiyat akhir menandakan bahwa kita harus selalu tolong menolong kepada sesama manusia atau melihat tetangganya yang sedang dalam kesusahan dan menolongnya.
sekian dari saya. marilah kita selau sholat karena Allah dan bukan karena keterpaksaan…

MULTAZAM YANG MUSTAJAB KARENA SALAH SATU FAKTORNYA ADALAH ORANG YANG BERTHAWAF


Faktor penyebab besarnya gelombang elektromagnetik Ka’bah, salah satunya adalah karena orang berthawaf. Kenapa orang yang berthawaf menyebabkan munculnya gelombang elektromagnetik? Dan lantas apa kaitannya dengan doa yang mustajab? Ada kaitan yang sangat erat antara orang yang berdoa dan gelombang elektromagnetik yang ada di sekitar ka’bah.
Sesungguhnya, setiap perbuatan manusia selalu memunculkan gelombang elektromagnetik. Gelombang itu selalu memancar ketika kita melakukan apapun. Kenapa demikian? Karena tubuh kita ini merupakan kumpulan bio-elektron yang selalu berputar-putar di dalam orbitnya di setiap atom-atom penyusun tubuh kita. Ketika kita berkata-kata, kita sebenarnya sedang memancarkan gelombang suara yang berasal dari getaran pita suara kita. Ketika kita berbuat, kita juga sedang memantulkan gelombang cahaya ke berbagai penjuru lingkungan kita. Jika tertangkap mata seseorang, maka mereka dikatakan bisa melihat gerakan atau perbuatan kita. Demikian pula ketika sedang berpikir, maka otak kita juga memancarkan gelombang-gelombang yang bisa dideteksi dengan menguunakan alat perekam aktivitas otak yang disebut EEG (Elektric Encephalo Graph). Jadi aktivitas kita selalu memancarkan energi.
Maka doa yang kita ucapkan juga memiliki kandungan energi. Apalagi doa-doa yang kita ambil dari ayat-ayat al-quran. Pasti energinya besar sekali.
Disisi lain, ternyata jutaan orang yang berthawaf mengelilingi Ka’bah juga menghasilkan energi yang besar. Dari mana asalnya? Di dalam ilmu fisika kita mengenal suatu kaidah yang disebut “Kaidah Tangan Kanan.”
Kaidah Tangan Kanan mengatakan: “Jika ada sebatang konduktor logam dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan dengan jarum jam, maka di konduktor itu akan muncul medan gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas.”
Hal ini, dalam Kaidah Tangan Kanan, digambarkan dengan tangan kanan yang menggenggam empat jari, dengan ibu jari yang tegak ke arah atas. Empat jari yang berputar ke kanan itu digambarkan sebagai arah putaran arus listrik, sedangkan ibu jari itu digambarkan sebagai arah medan elektromagnetik.
Kaidah tangan kanan ini telah memberikan kemudahan kepada kita dalam memahami misteri ka’bah. “kebetulan”, orang berthawaf mengelilingi ka’bah berputar dari kanan ke kiri yang berlawanan dengan arah jarum jam. Atau dalam kaidah itu mengikuti putaran empat jari tergenggam. Apa dampaknya?
Bahwa tubuh manusia ini sebenarnya mengandung listrik dalam jumlah yang besar yang dibawa oleh miliaran bio-elektron dalam tubuh kita. Maka, kita sebenarnya bisa menyebut tubuh manusia ini adalah kumpulan muatan listrik. Sehingga, ketika ada jutaan orang berthawaf mengelilingi ka’bah, ini seperti ada sebuah anak arus listrik yang sangat besar berputar-putar berlawanan arah jarum jam mengitari ka’bah. Apa yang terjadi?
Di tengahnya, di ka’bah khususnya lagi di hajar aswad terjadi medan elektromagnetik yang mengarah ke atas. Kenapa begitu? Karena dalam hal ini, hajar aswad telah berfungsi sebagai konduktor bahkan superkonduktor.
Fungsi gelombang elektromagnetik yang sangat besar yang keluar dari ka’bah itu yang akan membantu kekuatan doa orang-orang yang bermunajat di sekitar ka’bah, khususnya yang berada di dekat hajar aswad alias Multazam.
Seperti seorang penyiar radio yang berbicara dengan menggunakan mikrofon, sebenarnya dia sedang menumpangkan suaranya pada gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh peralatan pemancarnya tersebut.
Jika dia berbicara tanpa mikrofon, maka jarak jangkau suaranya tidak terlalu jauh. Barangkali saat dia berteriak, suaranya hanya bisa menjangkau puluhan meter saja. Akan tetapi ketika dia menggunakan mikrofon, suaranya akan bisa menjangkau jarak yang lebih jauh lagi.
Ini karena energi suarnya diangkut oleh gelombang elektromagnetik, yang lantas dipancarkan lewat menara pemancar dengan power atau kekuatan yang besar. Semakin besar powernya, maka semakin jauh pula jarak yang ditempuhnya. Bisa menjangkau berkilo-kilo meter dari sumber suaraya.
Kita bisa ambil analogi ini untuk menjelaskan hubungan antara enegi ka’bah dan orang yang berdoa di dekatnya. Orang yang berdoa di dekat Multazam, bagaikan seorang penyiar radio yang sedang bertugas. Dia berada di dekat mikrofon “hajar aswad.” Maka ketika dia berdoa, pancaran eneri doanya itu akan ditangkap oleh superkonduktor Hajar Aswad kemudian dipancarkan bersama-sama gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas akibat aktivitas orang yang berthawaf.
Maka energi doa kita akan menumpang gelombang elektromagnetik yang keluar dari ka’bah itu, mirip yang terjadi dengan pancaran radio. Kekutan doa kita menjadi berlipat-lipat kali, karena terbantu oleh kekuatan yang sangat besar dari ka’bah yang meuju ke Arasy Allah. Dalam hal ini, ka’bah telah berfungsi bagaikan sistem pemancar radio.
Karena kekuatan yang besar itu pula, maka berdoa di Multazam menjadi demikian mustajab. Energi doa itu akan jauh lebih cepat sampai kepada Allah dan akan cepat pula memperoleh balasannya. Oleh karena itu, kita jangan sembrono melakukan perbuatan di Mekkah, karena respon atas perbuatan kita demikian spontan. Hal ini telah banyak dibuktikan oleh orang-orang yang menunaikan ibadah haji.