MULTAZAM YANG MUSTAJAB KARENA SALAH SATU FAKTORNYA ADALAH ORANG YANG BERTHAWAF


Faktor penyebab besarnya gelombang elektromagnetik Ka’bah, salah satunya adalah karena orang berthawaf. Kenapa orang yang berthawaf menyebabkan munculnya gelombang elektromagnetik? Dan lantas apa kaitannya dengan doa yang mustajab? Ada kaitan yang sangat erat antara orang yang berdoa dan gelombang elektromagnetik yang ada di sekitar ka’bah.
Sesungguhnya, setiap perbuatan manusia selalu memunculkan gelombang elektromagnetik. Gelombang itu selalu memancar ketika kita melakukan apapun. Kenapa demikian? Karena tubuh kita ini merupakan kumpulan bio-elektron yang selalu berputar-putar di dalam orbitnya di setiap atom-atom penyusun tubuh kita. Ketika kita berkata-kata, kita sebenarnya sedang memancarkan gelombang suara yang berasal dari getaran pita suara kita. Ketika kita berbuat, kita juga sedang memantulkan gelombang cahaya ke berbagai penjuru lingkungan kita. Jika tertangkap mata seseorang, maka mereka dikatakan bisa melihat gerakan atau perbuatan kita. Demikian pula ketika sedang berpikir, maka otak kita juga memancarkan gelombang-gelombang yang bisa dideteksi dengan menguunakan alat perekam aktivitas otak yang disebut EEG (Elektric Encephalo Graph). Jadi aktivitas kita selalu memancarkan energi.
Maka doa yang kita ucapkan juga memiliki kandungan energi. Apalagi doa-doa yang kita ambil dari ayat-ayat al-quran. Pasti energinya besar sekali.
Disisi lain, ternyata jutaan orang yang berthawaf mengelilingi Ka’bah juga menghasilkan energi yang besar. Dari mana asalnya? Di dalam ilmu fisika kita mengenal suatu kaidah yang disebut “Kaidah Tangan Kanan.”
Kaidah Tangan Kanan mengatakan: “Jika ada sebatang konduktor logam dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan dengan jarum jam, maka di konduktor itu akan muncul medan gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas.”
Hal ini, dalam Kaidah Tangan Kanan, digambarkan dengan tangan kanan yang menggenggam empat jari, dengan ibu jari yang tegak ke arah atas. Empat jari yang berputar ke kanan itu digambarkan sebagai arah putaran arus listrik, sedangkan ibu jari itu digambarkan sebagai arah medan elektromagnetik.
Kaidah tangan kanan ini telah memberikan kemudahan kepada kita dalam memahami misteri ka’bah. “kebetulan”, orang berthawaf mengelilingi ka’bah berputar dari kanan ke kiri yang berlawanan dengan arah jarum jam. Atau dalam kaidah itu mengikuti putaran empat jari tergenggam. Apa dampaknya?
Bahwa tubuh manusia ini sebenarnya mengandung listrik dalam jumlah yang besar yang dibawa oleh miliaran bio-elektron dalam tubuh kita. Maka, kita sebenarnya bisa menyebut tubuh manusia ini adalah kumpulan muatan listrik. Sehingga, ketika ada jutaan orang berthawaf mengelilingi ka’bah, ini seperti ada sebuah anak arus listrik yang sangat besar berputar-putar berlawanan arah jarum jam mengitari ka’bah. Apa yang terjadi?
Di tengahnya, di ka’bah khususnya lagi di hajar aswad terjadi medan elektromagnetik yang mengarah ke atas. Kenapa begitu? Karena dalam hal ini, hajar aswad telah berfungsi sebagai konduktor bahkan superkonduktor.
Fungsi gelombang elektromagnetik yang sangat besar yang keluar dari ka’bah itu yang akan membantu kekuatan doa orang-orang yang bermunajat di sekitar ka’bah, khususnya yang berada di dekat hajar aswad alias Multazam.
Seperti seorang penyiar radio yang berbicara dengan menggunakan mikrofon, sebenarnya dia sedang menumpangkan suaranya pada gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh peralatan pemancarnya tersebut.
Jika dia berbicara tanpa mikrofon, maka jarak jangkau suaranya tidak terlalu jauh. Barangkali saat dia berteriak, suaranya hanya bisa menjangkau puluhan meter saja. Akan tetapi ketika dia menggunakan mikrofon, suaranya akan bisa menjangkau jarak yang lebih jauh lagi.
Ini karena energi suarnya diangkut oleh gelombang elektromagnetik, yang lantas dipancarkan lewat menara pemancar dengan power atau kekuatan yang besar. Semakin besar powernya, maka semakin jauh pula jarak yang ditempuhnya. Bisa menjangkau berkilo-kilo meter dari sumber suaraya.
Kita bisa ambil analogi ini untuk menjelaskan hubungan antara enegi ka’bah dan orang yang berdoa di dekatnya. Orang yang berdoa di dekat Multazam, bagaikan seorang penyiar radio yang sedang bertugas. Dia berada di dekat mikrofon “hajar aswad.” Maka ketika dia berdoa, pancaran eneri doanya itu akan ditangkap oleh superkonduktor Hajar Aswad kemudian dipancarkan bersama-sama gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas akibat aktivitas orang yang berthawaf.
Maka energi doa kita akan menumpang gelombang elektromagnetik yang keluar dari ka’bah itu, mirip yang terjadi dengan pancaran radio. Kekutan doa kita menjadi berlipat-lipat kali, karena terbantu oleh kekuatan yang sangat besar dari ka’bah yang meuju ke Arasy Allah. Dalam hal ini, ka’bah telah berfungsi bagaikan sistem pemancar radio.
Karena kekuatan yang besar itu pula, maka berdoa di Multazam menjadi demikian mustajab. Energi doa itu akan jauh lebih cepat sampai kepada Allah dan akan cepat pula memperoleh balasannya. Oleh karena itu, kita jangan sembrono melakukan perbuatan di Mekkah, karena respon atas perbuatan kita demikian spontan. Hal ini telah banyak dibuktikan oleh orang-orang yang menunaikan ibadah haji.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s