POTENSI DAN PENDAYAGUNAAN ZAKAT MODERN DI INDONESIA


Masalah kemiskinan merupakan bahaya dan tantangan yang sangat besar bagi umat manusia dan tidak sedikit umat yang jatuh peradabannya hanya karena kemiskinan dan kefakiran. Karena itu seperti sabda Nabi yang menyatakan bahwa kefakiran itu mendekati pada kekufuran. Islam sebagai Ad-diin telah menawarkan beberapa doktrin bagi manusia yang berlaku secara universal dengan dua ciri dimensi, yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia serta kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di akhirat (profit and falah oriented).

Salah satu cara menanggulangi kemiskinan adalah dukungan orang yang mampu untuk mengeluarkan harta kekayaan mereka berupa dana zakat kepada mereka yang kekurangan. Zakat merupakan salah satu dari lima nilai instrumental yang strategis dan sangat berpengaruh pada tingkah laku ekonomi manusia dan masyarakat serta pembangunan ekonomi umumnya. Tujuan zakat tidak sekedar menyantuni orang miskin secara konsumtif, tetapi mempunyai tujuan yang lebih permanen yaitu mengentaskan kemiskinan. Salah satu yang menunjang kesejahteraan hidup di dunia dan menunjang hidup di akherat adalah adanya kesejahteraan sosial-ekonomi. Ini merupakan seperangkat alternatif untuk mensejahterakan umat Islam dari kemiskinan dan kemelaratan. Untuk itu perlu dibentuk lembaga-lembaga sosial Islam sebagai upaya untuk menanggulangi masalah sosial tersebut.

Sehubungan dengan hal itu, maka zakat dapat berfungsi sebagai salah satu sumber dana sosial-ekonomi bagi umat Islam. Artinya pendayagunaan zakat yang dikelola oleh Badan Amil Zakat tidak hanya terbatas pada kegiatan- kegiatan tertentu saja yang berdasarkan pada orientasi konvensional, tetapi dapat pula dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan ekonomi umat, seperti dalam program pengentasan kemiskinan dan pengangguran dengan memberikan zakat produktif kepada mereka yang memerlukan sebagai modal usaha sehingga mereka  dapat membuka usaha baru dan menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga pengangguran berkurang dan akhirnya angka kemiskinan pun juga menurun. Kesejahteraan masyarakat pun tercukupi.

Zakat memiliki peranan yang sangat strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan atau pembangunan ekonomi. Berbeda dengan sumber keuangan untuk pembangunan yang lain, zakat tidak memiliki dampak balik apapun kecuali ridlo dan mengharap pahala dari Allah semata. Namun demikian, bukan berarti mekanisme zakat tidak ada sistem kontrolnya. Nilai strategis zakat dapat dilihat melalui:

  1. Pertama, zakat merupakan panggilan agama. Ia merupakan cerminan dari keimanan seseorang.
  2. Kedua, sumber keuangan zakat tidak akan pernah berhenti. Artinya orang yang membayar zakat, tidak akan pernah habis dan yang telah membayar setiap tahun atau periode waktu yang lain akan terus membayar.ketiga, zakat secara empirik dapat menghapus kesenjangan sosial dan sebaliknya dapat menciptakan redistribusi aset dan pemerataan pembangunan.

Yang mendorong masyarakat Islam melaksanakan pemungutan zakat di Indonesia ini antara lain adalah:

  1. Keinginan umat Islam Indonesia untuk meyempurnakan pelaksanaan ajaran agamanya. Setelah mendirikan shalat, berpuasa selama bulan Ramadhan dan bahkan menunaikan ibadah haji ke Mekkah, umat Islam semakin menyadari perlunya penunaian zakat sebagai kewajiban agama; kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap orang yang mampu melaksanakannya karena telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.
  2. Kesadaran yang semakin meningkat di kalangan umat Islam tentang potensi zakat jika dimanfaatkan sebaik-baiknya, akan dapat memecahkan berbagai masalah sosial di Indonesia.
  3. Usaha-usaha untuk mewujudkan pengembangan dan pengelolaan zakat di Indonesia makin lama makin tumbuh dan berkembang.

Zakat yang diberikan kepada mustahiq akan berperan sebagai pendukung peningkatan ekonomi mereka apabila disalurkan pada kegiatan produktif. Pendayagunaan zakat produktif sesungguhnya mempunyai konsep perencanaan dan pelaksanaan yang cermat seperti mengkaji penyebab kemiskinan, ketidakadaan modal kerja, dan kekurangan lapangan kerja, dengan adanya masalah tersebut maka perlu adanya perencanaan yang dapat mengembangkan zakat bersifat produktif tersebut.

Pengembangan zakat bersifat produktif dengan cara dijadikannya dana zakat sebagai modal usaha, untuk pemberdayaan ekonomi penerimanya, dan supaya fakir miskin dapat menjalankan atau membiayai kehidupannya secara konsisten. Dengan dana zakat tersebut fakir miskin akan mendapatkan penghasilan tetap, meningkatkan usaha, mengembangkan usaha serta mereka dapat menyisihkan penghasilannya untuk menabung

Dana zakat untuk kegiatan produktif akan lebih optimal bila dilaksanakan Lembaga Amil Zakat karena LAZ sebagai organisasi yang terpercaya untuk pengalokasian, pendayagunaan, dan pendistribusian dana zakat, mereka tidak memberikan zakat begitu saja melainkan mereka mendampingi, memberikan pengarahan serta pelatihan agar dana zakat tersebut benar-benar dijadikan modal kerja sehingga penerima zakat tersebut memperoleh pendapatan yang layak dan mandiri.

Zakat termasuk dalam kategori fiqh ibadah dan fiqh muamalah karena zakat ini terdapat hubungannya antara manusia dengan Allah dan dengan sesama manusia. Zakat dalam fiqh Ibadan merupakan hubungan antara manusia dengan Allah sebagai kewajiban dan rasa syukur nikmat atas segala sesuatu yang diberikan Allah untuk manusia tersebut. Sedangkan zakat dalam fiqh muamalah merupakan hubungan antara sesama manusia sebagai makhluk sosial yang harus saling tolong menolong. Zakat juga dapat berfungsi untuk pemerataan kekayaan dan juga untuk mensucikan harta bagi seorang muzakki. Dengan zakat ini, kesenjangan sosial pun dapat dikurangi karena jurang pemisah antara si miskin dengan si kaya dapat ditutup dengan zakat ini. Dengan demikian, jika seseorang yang sudah mampu tetapi tidak mau mengeluarkan zakat untuk hartanya, maka orang tersebut akan menanggung dosa yang berlipat ganda. Dosa itu merupakan dosa kepada Allah dan juga dosa kepada sesama manusia dan hukumanya juga berlipat ganda baik di dunia maupun di akhirat.

Zakat adalah harta yang wajib dikelurakan oleh seorang muzakki apabila harta tersebut telah melebihi nisab dan dengan kadar zakat yang telah ditentukan. Selain itu zakat juga termasuk rukun islam yang ke-3 dan wajib ditunaikan oleh umat islam yang telah memenuhi kewajibannya untuk melakukan ini. Berarti zakat sangatlah penting bagi umat manusia karena merupakan suatu kewajiban kepada Allah dan juga kepada sesama manusia.

Pengelolaan dan pendayagunaan zakat pada zaman modern ini hendaknya bisa lebih modern juga dan mengkuti kebutuhan dan perkembangan zaman. Penyaluran zakat diberikan untuk kepentingan produktif dan untuk kepentingan sosial, ekonomi, pendidikan, agama, dan lain sebagainya. Semua itu untuk kepentingan pembangunan bangsa dan negara. Jika semua itu bisa terwujud, maka kesejahteraan dan kekayaan masyarakat juga akan ikut naik dan terjadi pemerataan di semua sektor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s